Peranan Dan Kompetensi Guru Pen-Jas Olahraga Dan Kesehatan Di Sekolah

Nanik B.,S.Pd, M.Pd. Guru Pen-Jas Ngaringan, Gandusari – Blitar


Guru Pendidikan Jasmani juga dipanggil guru Olah raga adalah sosok guru yang terlihat sangat santai karena pakaian yang dikenakan kaos dan trening serta sepatu kets tidak lupa selalu mengalungkan peluit dan stop wacth di leher.
Sebelum mengupas lebih jauh kita telaah dahulu pendapat Mathews tentang pendidikan olahraga dan cita-citanya.

Untuk memenuhi cita-citanya Mathews membagi 3 bagian yaitu:

  1. Physical Fitness
  2. Recreational Fitness
  3. Social Fitness

Untuk lebih jelasnya masing-masing bagian diuraikan sebagai berikut:

Physical Fitness

adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugasnya. Karpovich memberi batasan Physical Fitness adalah kesegaran untuk melakukan tugas tertentu yang membutuhkan usaha otot. Pengertian yang umum disebut juga Total Fitness yang mengandung 4 unsur yaitu:

  • Psycologic fitness, kestabilan emosi dalam menghadapi orang-orang yang berada disekitarnya, dan cukup mempunyai cadangan psycologic yang digunakan untuk menguasai emosional trauma yang terjadi dengan mendadak
  • sehat ber-physiologic-fungtion normal
  • Menguasai skill dengan baik mulai dari skill yang umum yang sederhana yang diperlukan sehari-hari sampai dengan skill yang komplek
  • Physical anthropometry, kesegaran jasmani seseorang dilihat dari bentuk tubuh.

Fitness merupakan hal yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, sebab anak yang kesegaran jasmaninya baik adalah anak yang tegap, sehat, bentuk tubuh indah, memiliki kepandaian bergaul dan memiliki gerakan-gerakan dasar dari berbagai skill.

Recreational Fitness

Seseorang dikatakan ber-recreationaly fit jika dia memiliki skill yang cukup memuaskan dalam berbagai aktivitas, ikut serta melakukan dan menggemarinya, seperti berburu, memancing, berkemah dan olahraga lain yang bersifat rekreatif.

Social Fitness

Adalah kecakapan seseorang untuk berhubungan dengan orang lain. Dalam pelajaran olahraga, anak dididik agar mematuhi peraturan permainan, bekerjasama dengan teman se-team, memperlakukan lawan sewajarnya, sportif, jujur dan nilai-nilai lain yang masih banyak lagi.

Dari uraian diatas sedikit trasparan peranan dan tanggung jawab guru olahraga dalam ikut ambil bagian untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, sesuai dengan PP No 19 tahun 2005 dimana definisi Pendidikan Jasmani adalah suatu proses pembelajaran melalui aktifitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan ketrampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif dan kecerdasan emosi. Sehingga dari definisi tersebut semakin jelas peran guru olahraga dalam penyelenggaraan pendidikan karena dibandingkan dengan tenaga pengajar lain (pustakawan, guru mapel selain olahraga, pengawas, kepala sekolah, dsb) guru olahragalah yang secara langsung melakukan tindakan-tindakan pembinaan terhadap siswa tetapi bukan berarti tenaga kependidikan lain kurang penting akan tetapi semua tetap merupakan satu kesatuan yang utuh, saling terkait dan saling menopang guna pencapaian kualitas manusia yang dicita-citakan.

Sehubungan hal diatas seorang guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan harus menguasai beberapa kompetensi dibawah ini, yaitu:

  1. Penguasaan landasan pendidikan, meliputi:
    • memahami filsafat, misi, tujuan dan fungsi pendidikan nasional
    • memahami peraturan perundangan-undangan yang berkaitan dengan pendidikan
    • memahami peranan sekolah sebagai lembaga sosial dalam pembentukan dan pengembangan jiwa dan raga siswa
    • memahami metode pengelolaan proses belajar mengajar
    • memahami dan mengusai kurikulum sekolah
  2. Penguasaan bahan pengajaran meliputi:
    • memahami bahan kurikulum bidang studi yang diajarkan
    • memahami bahan bidang studi lain yang berkaitan
    • mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan tehnologi ketrampilan yang dikuasai
    • memahami tehnik evaluasi
  3. Penguasaan Pengelolaan Proses Belajar Mengajar, meliputi:
    • mampu merumuskan indikator yang sesuai dengan KD serta tujuan pembelajaran
    • memahami dan menggunakan metode mengajar yang tepat
    • mampu dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang efisien
    • mampu berinteraksi dengan baik, memberi motivasi siswa dan komonikasi secara efektif
    • mampu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perkembangan siswa
  4. Penguasaan dalam penggunaan alat pengajaran, meliputi:
    • menggunakan dan merawat alat pengajaran
    • mampu membuat alat bantu pengajaran yang sederhana yang tersedia dilingkungan sekitar
  5. Hubungan dengan Kepala Sekolah dan teman sejawat
    • bersikap setia, sopan dan kritis sehat kepada kepala sekolah
    • bersikap terbuka dan luwes
    • memperhatikan dan mendengarkan pendapat orang lain
    • menerima pendapat dan saran orang lain
    • menghindari perbuatan yang dapat menyinggung perasaan/mengecewakan orang  lain
    • menampilkan sikap bersahabat
    • tidak negative thingking terhadap orang lain
    • memahami sifat dan perilaku setiap orang
  6. Hubungan dengan siswa
    • membantu siswa untuk menyadari kelebihan dan kelemahan sendiri
    • membantu untuk menumbuhkan kepercayaan pada diri sendiri
    • membantu siswa untuk berani mengungkapkan pikiran dan perasaannya
    • mendorong siswa untuk mengemukakan pendapat dan mempertahankannya
    • memberi semangat siswa yang belum berhasil dan memberi pujian bagi yang telah berhasil
    • peka terhadap setiap masalah yang di hadapi siswa dan memberi nasehat
    • Memberi kesempatan siswa untuk berkembang sesuai dengan bakatnya
  7. Hubungan denga orang tua siswa
    • mampu berkomunikasi di dalam dan di luar sekolah demi kepentingan PBM
    • menjalin hubungan baik sehingga tercipta pertukaran informasi timbal balik demi PBM
  8. Hubungan dengan masyarakat sekitar
    • Mampu menyebarluaskan program-program pendidikan sehingga masyarakat sadar akan kebijakan pendidikan
    • berperan sebagai agen pembaharu bagi kemajuan masyarakat
  9. Hubungan dengan alam sekitar
    • mampu memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
    • mampu menggunakan alat bantu belajar yang ada dialam sekitar
    • memanfaatkan keadaan lingkungan sekitar sebagai obyek untuk belajar
  10. Bermental sehat, meliputi
    • dapat menyesuaikan diri dengan keadaan
    • dapat menemukan cara penyeleseian konstruktif dari keadaan permusuhan
    • dapat mengambil hikmah dari kegagalan dsb

Agar supaya dalam menjalankan fungsi dan tugas sebagai guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan secara optimal, maka perlu memiliki sikap pribadi yang loyal terhadap diri sendiri sebagai Hamba Allah, loyal terhadap profesi guru loyal terhadap aktifitas olahraga dan satu hal lagi yang sering dilupakan banyak orang yaitu loyal terhadap pimpinan.

Memang untuk menjadi guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang baik yang memenuhi harapan semua pihak tidaklah mudah, akan tetapi kita harus yakin dengan disertai sikap progresif dalam melaksanakan tugas profesi dan berusaha mampu mengatasi dan menghadapi setiap tantangan, hambatan yang ada dan akan timbul disetiap kesempatan dan tempat, sehingga menjadi seorang panutan.

Sering terlontar kalimat olok-olok iseng bergurau ”Enak jadi guru olahraga siswa diberi bola biar saling berebutan sementara gurunya enak-enak rokokan dibawah pohon atau main sms dan kalau memberi nilai dilihat jalannya saja langsung bisa menilai”. Sebagai jawaban atas kalimat iseng tersebut semua kembali kepada kita guru olahraga, apakah memang demikian adanya atau dijawab dengan kalimat tidak seluruhnya benar atau mungkin dengan tegas tidak demikian adanya, kita semua sama-sama mendidik anak manusia menuju cita-citanya dan juga cita-cita yang kita sepakati bersama.

Beberapa pertanyaan :

  1. Bagaimana seharusnya penampilan Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Apakah harus berpenampilan serius, seram, menakutkan dan berpura-pura ?
    • Jawab: sama dengan guru pada umumnya yaitu wajar, sebab sikap yang dibuat-buat agar kelihatan angker dapat diketahui siswa dan merugikan kedua pihak
  2. Apakah benar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan hanya membuat siswa kuat, kekar dan cepat larinya?
    • Jawab: bukan hanya itu saja tidak kalah pentingnya adalah pendidikan non fisik seperti kejujuran, keberanian, sportif, kerjasama, mengakui keunggulan lawan dsb.
  3. Bagaimana mengenai pendapat bahwa pendidikan jasmani kurang penting?
    • Jawab: ibarat buah manggis orang baru melihat kulitnya belum merasakan dagingnya. Kita kupas kulitnya kita tunjukkan dalamnya, manis sekali rasanya. Hem…..
  4. Apakah benar guru olahraga kurang berperan dalam pendidikan dan dikesampingkan?
    • Jawab: siapapun yang berjalan kearah samping diapun berada disamping.

Semoga Tuhan senantiasa meridhoi semua upaya kita membangun bangsa melalui pendidikan khususnya Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, Amin.

Daftar Pustaka

  • Winarno Sukarman, Metodologi Pengajaran Nasional, 1980
  • …………………………., (1989); Guru adalah pribadi dengan aneka fungsi Majalah Pendidikan FIP IKIP Malang
  • ………………………….., Media Ilmiah Keolahragaan, Gelanggang IKIP Malang
About these ads

One Response to Peranan Dan Kompetensi Guru Pen-Jas Olahraga Dan Kesehatan Di Sekolah

  1. apit partakusumah mengatakan:

    Ketidak berhasilan pendidikan jasmani, lebih banyak disebabkan karena guru penjas itu sendiri yang banyak mengingkari kurikulumnya sendiri,,,Hal ini diakibat:kan :
    1. Kompetensi guru itu sendiri
    2. Dukungan sarana prasarana
    3. Pengawasan top leader

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 841 pengikut lainnya.