RENUNGAN MINGGU EDVEN 2

“Bertobatlah,

sebab Kerajaan Surga sudah dekat!”

Matius 3:1-12

Retno S. Guru Profesional Bahasa Indonesia

Hari ini adalah minggu Adven ke 2. Dalam bacaan Injil, kita dapat mendengar seruan dari Yohanes Pembabtis yang mengatakan “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” Masa adven ini memberi kesempatan kepada kita untuk berbenah diri, menata hidup kita dan bertobat.

Apa artinya bertobat?  Pertama, putuskan hubungan dengan dosa-dosamu, mulai dari yang paling berat sampai yang kecil.

Selama ada kelekatan pada dosa, selama itu tak mungkin manusia bertobat. Kedua, jalinlah relasi kasih istimewa dengan Tuhan dengan berdoa, mengadakan Jalan Salib, membaca Kitab Suci, menyerahkan hidup ke dalam tangan Tuhan. Ketiga, terimalah Tuhan seadanya, bukan menurut fantasi dan kesenanganmu saja. Artinya: sadarilah bahwa Tuhan tidak  setuju engkau memusuhi seseorang, mau balas dendam, tak mau mengampuni. Tuhan tidak setuju kalau engkau pikir bahwa dengan jadi kristen, engkau pasti selamat. Sebab keselamatan adalah karunia semata. Tuhan tidak setuju kalau engkau menghimpun harta bagi dirimu sendiri. Tuhan mau supaya engkau menjadi pelayan, bahkan hamba orang lain.
Kita juga sering serakah. Kita ingin memiliki semuanya: kita mau mempunyai jabatan yang terhormat, kedudukan yang tinggi dan kekayaan yang melimpah. Bagaimana caranya mendapatkan semuanya itu, tidaklah penting buat kita. Segala cara bisa dipakai, termasuk bila harus mengorbankan orang lain sekalipun. Yang penting keinginan kita tercapai, yang penting maksud kita terpenuhi. Kita tidak peduli dengan orang lain, yang menderita karena keserakahan kita.

Karena sikap kita yang seperti inilah, hidup yang penuh dengan dosa dan salah, makanya Tuhan mengutus Putera-Nya untuk menyelamatkan kita. Dan untuk mempersiapkan kedatangan Putera-Nya, Tuhan mengutus Yohanes. Yohanes adalah “suara yang berseru-seru di padang gurun: persiapkanlah jalan bagi Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya”. Meski bagi sebagian orang Yahudi, terutama bagi para pemimpin agama dan pemuka masyarakat, kata-kata Yohanes kadang begitu keras dan menyakitkan, tetapi sebagai seorang Nabi, menjadi tugasnya untuk mengatakan apa yang harus dikatakan.

Yohanes tahu dan sadar bahwa kata-katanyanya dapat menyakiti hati begitu banyak orang, tetapi dia tidak mempunyai pilihan lain. Mesias akan segera datang, karena itu mereka perlu berbuat sesuatu untuk menyambut kedatangan-Nya. Hanya satu hal yang Yohanes tuntut dari mereka: Mereka perlu bertobat. Meninggalkan manusia lama dan melepaskan semua dosa dan kesalahan mereka. Mereka perlu bertobat, mereka perlu mengaku dan memberikan diri untuk dibaptis sebagai ungkapan rasa tobat.

Kata-kata Yohanes ini bukan saja ditujukan kepada orang-orang yang hidup sejaman dengannya, tetapi juga ditujukan kepada kita, yang hidup 2000 tahun kemudian. Kata-kata Yohanes ini tetap aktual, terlebih-lebih ketika kita sedang mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan. Sama seperti orang-orang pada jamannya, kita juga diminta untuk bertobat, meninggalkan manusia lama kita dan mengenakan manusia baru. Kita diminta untuk meluruskan jalan hidup kita yang masih bengkok dan berkelok-kelok.

Pertanyaannya, kenapa kita perlu mempersiapkan diri untuk menyambut Tuhan? Mengapa kita perlu bertobat untuk menyambut kedatangan-Nya? Allah kita adalah Allah yang Mahakudus. Tuhan kita adalah Tuhan yang Mahasuci. Bagaimana mungkin kita bisa menerima Dia yang Kudus dan Suci, bila hati kita masih penuh dengan dosa dan salah. Bagaimana mungkin Dia yang Suci dan Kudus dapat tinggal di dalam hati  dan hidup kita, bila kita masih menutup diri terhadap Dia. Dia tidak bisa tinggal di dalam hati kita, kalau kita menolak Dia. Dia tidak dapat tinggal di dalam diri kita, kalau kita tidak bersedia menerima kehadiran-Nya. Dia begitu rindu untuk datang dan tinggal bersama-sama kita. Tetapi semuanya itu baru bisa terwujud, kalau kita mau membuka hati dan diri kita untuk menerima kedatangan-Nya. Kita akan bisa menerima kehadiran-Nya bila hati kita murni dan bersih.

Untuk itu, seperti kata Yohanes, cuma satu hal yang perlu kita perbuat. Hanya satu hal yang dituntut dari kita, yaitu: Tobat. Hanya dengan bertobat hati kita akan menjadi bersih dan murni. Hanya dengan bertobat hati kita akan menjadi terbuka. Dengan demikian Tuhan yang Kudus dan Suci akan mendapatkan tempat dalam hidup kita. Ingatlah selalu seruan Yohanes Pembaptis ini: „Bertobatlah, sebab kerajaan Allah sudah dekat… persiapkanlah jalan untuk Tuhan dan luruskanlah jalan bagi-Nya“

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 844 pengikut lainnya.