Pembelajaran PBL dan MFL

Mulyaji, S.Pd./Guru Pkn/Talun-Blitar

Sunu Jatmiko, S.Pd/Bk/Blitar

Procedure Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL)

Dalam diklat di Aula SMU Negeri Blitar hari Minggu, 26 Juni 2010 yang diselenggarakan oleh Yayasan Pusat Studi dan Pengembangan Masyarakat (PSPM) dengan pembicara Prof. DR. H. Yatim Riyanto, M.Pd. membahas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan MeaningFull Learning (MFL). Berikut inti makalah yang disajikan:

Pengertian Problem Based Learning (PBL) adalah:

  1. Menurut Deway: PBL adalah interaksi antara stimulus dengan respon, merupakan hubungan dua arah antara belajar dan lingkungannya.
  2. Menurut Arends: PBL merupakan model pembelajaran dimana siswa menyelesaikan permasalahan yang autentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inkuiri dan ketrampilan berfikir tingkat lebih tinggi, mengembangkan kemandirian dan percaya diri.

Ciri-Ciri Problem Based Learning

  1. Pengajuan pertanyaan/ masalah
  2. Berfokus keterkaitan dengan disiplin ulmu.
  3. Penyelidikan autentik, yakni penyelidikan siswa secara nyata terhadap masalah nyata.
  4. Menghasilkan produk dan memamerkannya.
  5. Pembelajaran kolaborasi yakni siswa bekerjasama dengan yang lain dalam bentuk berpasangan atau kelompok kecil dengan berinkuiri dan dialog untuk mengembangkan ketrampilan sosial dan ketrampilan berfikir.

Tujuan Problem Based Learning

  1. Membantu siswa mengembangkan ketrampilan berpikir dan ketrampilan pemecahan masalah.
  2. Belajar peranan orang dewasa yang autentik
  3. Menjadi pembelajar yang mandiri.

Indikasi kemandirian belajar dalam PBL al:

  1. Siswa dihadapkan pada masalah yang memuat sejumlah konsep dan isu.
  2. Siswa diberi kewenangan dan tanggung-jawab yang cukup untuk menentukan pilihan tentang topik atau isu yang akan dipelajari.
  3. Analisis kebutuhan dilakukan secara individual
  4. Simpulan/ sintesis hasil investigasi disajikan kepada pihak lain.

Kelebihan PBL

  • Realistik dengan kehidupan siswa.
  • Materi/ konsep sesuai dengan kebutuhan siswa.
  • Memupuk sifat inkuiri siswa.
  • Retensi Konsep yang kuat
  • Memupuk/ mengembangkan kemampuan problem solving.

Kelemahan PBL

  • Persiapan pembelajaran lebih kompleks.
  • Kadang-kadang sulit mencari masalah problem yang relevan.
  • Memerlukan waktu yang cukup lama.

Peran Guru Dalam PBL

  • Mengajukan masalah atau mengarahkan siswa ke masalah autentik yakni masalah kehidupan nyata sehari-hari
  • Memfasilitasi/ membimbing penyelidikan misalnya melakukan eksperimen
  • Memfasilitasi dialog siswa
  • Mendukung belajar siswa
Dalam mengajar diharapkan Guru sudah melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Berkesan bagi anak
  • Tertanam kuat dalam memori
  • Anak tidak merasa diajar tetapi belajar
  • Suasana pembelajaran menyenangkan
  • Melibatkan siswa
  • Memberi keasyikan belajar
  • Kondisi belajar anak maksimal
  • Tidak dalam suasana tertekan, formal dan tegang

BELAJAR BERMAKNA (MEANINGFULL LEARNING) mempunyai prinsip belajar merupakan proses membangun pemahaman/ pemaknaan terhadap informasi dan atau pengetahuan siswa.

Syarat Pembelajaran Bermakna (MFL)

  1. Inovative learning
  2. Penggunaan multi metode
  3. Penggunaan multi media
  4. Berpusat pada siswa
  5. Mengembangkan ketrampilan sosial, kognitif, dan emosional
  6. Mengembangkan rasa ingin tahu, imajinasi, peka, kritis, mandiri dan kreaktif, fitrah ber-Tuhan, bertaqwa pada Tuhan YME.
  7. Perpaduan kemandirian dan bekerjasama
  8. Berkompetisi, kerja mandiri, kerjasama/ solidaritas
  9. Mampu berkomunikasi dengan baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s