Minggu Edven IV

Imanuel:

Sang Pemulih Kehidupan

Retno S. Guru Profesional Bahasa Indonesia

Mat. 1:18-25

Akhirnya keempat lilin sudah menyala. Kita sudah memasuki Minggu Adven IV, minggu terakhir persiapan kita menyambut kedatanganNya. Bacaan Minggu ini diambil dari Mat. 1:18-25, yang menjelaskan siapakah Sang Imanuel itu. Ya,  Minggu ini kita diajak merenungkan siapakah Imanuel.  Mari kita baca dan kita renungkan bersama.

Kita pasti  pernah mengalami hal-hal  yang tidak menyenangkan, apakah karena sakit, kecelakaan, bencana dan berbagai permasalahan lainnya.
Karena itu, maka kita  akan berusaha untuk melakukan sesuatu demi menyelamatkan diri. Apabila kita tidak mampu mengatasinya, maka kita meminta pertolongan atau bantuan orang lain. Semua ini adalah hal yang wajar dan manusiawi.

Tetapi hal ini  dapat menjadi suatu masalah  iman, jika kita mencari bantuan atau pertolongan dengan mengabaikan Allah.  Sikap dan keputusan yang mengabaikan Allah berarti juga mengabaikan  prinsipprinsip hati nurani dan iman. Akibatnya keputusan yang diambil justru memperparah kondisi darurat yang sedang kita alami. Ini seperti seseorang yang berupaya untuk melunasi hutang dengan pembayaran dari rentenir yang lalim. Dia mungkin mampu membayar hutang-hutangnya, tetapi dengan akibat dia memiliki hutang yang semakin besar kepada para rentenir dan tidak mampu  membayar sampai kapanpun.  Dalam keadaan terjepit, memang kita mudah takut dan panik, sehingga  sering mencari pemecahan masalah yang tidak kita sadari justru menjerumuskan kita ke dalam dosa.

Bersandarlah Hanya  Kepada Allah

Allah menjanjikan keselamatan yang menyeluruh kepada umatNya melalui keturunan keluarga kerajaan Daud. Di Yes. 7:14, Allah berfirman: “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel”.   Firman Tuhan di Yes. 9:5, yaitu: “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai”, adalah nubuat Yesaya tentang kedatang Yesus Kristus, Tuhan kita. Sang Imanuel memiliki wibawa kerajaan Allah sehingga Dia memiliki roh hikmat sebagai Penasihat Ajaib. Dia hadir sebagai Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, dan  sebagai seorang raja Damai. Dialah raja Damai yang akan menyertai seluruh umat dengan kehadiran Allah. Jadi sangat tepatlah namanya disebut sebagai “Imanuel” yang artinya: Allah menyertai kita! Melalui kehidupan dan karya sang Imanuel tersebut tampaklah pemerintahan Allah di atas bahuNya, keperkasaan Allah, Bapa yang kekal dan raja damai.

Nubuat nabi Yesaya tersebut dapat kita pahami saat kita membaca dan merenungkan peristiwa kelahiran Tuhan Yesus di Mat. 1:18-25. Di Mat. 1:18 dikatakan bahwa Maria, sebagai perempuan muda mengandung karena Roh Kudus.  Injil menegaskan bahwa Maria dinaungi oleh Roh Kudus, sehingga Firman Allah kemudian menjelma menjadi seorang manusia dalam diri Yesus Kristus.

Anak yang dikandung oleh Maria disebutnya dengan nama “Yesus” yang artinya: “karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka (Mat. 1:21).  Itu sebabnya Injil Matius mengutip nubuat nabi Yesaya demikian: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel – yang berarti: Allah menyertai kita (Mat. 1:23). Tuhan Yesus datang dan lahir untuk memulihkan kehidupan umat manusia yang telah jatuh di bawah kuasa dosa.

Kita yang hidup di dunia ini sering kali jatuh ke dalam perbuatan dosa.  Dosa yang sering terlihat sebagai hal yang menarik, baik dan manis. Dan ketika kita sudah berdosa, kepada siapakah kita meminta tolong? Ya, hanya kepada Yesus Kristus Sang Juru Selamat. Sebab hanya Kristus saja yang memiliki kuasa ilahi untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. Kita  tidak dapat memperoleh keselamatan di luar Kristus. Dengan kehadiran Kristus, Allah telah menyatakan pemerintahan dan kerajaanNya di bumi untuk menghadirkan keselamatan dan damai-sejahtera. Kerajaan surga  bukan lagi suatu ketidakmungkinan dalam kehidupan manusia, sebab di dalam Kristus, Allah telah memulihkan umatNya dari kuasa dosa.

Menjelang hari Natal, sudahkah kita persiapkan hati kita agar layak menerima kedatangannya? Marilah kita buka hati kita. Kita bersihkan dari segala dosa dengan mohon pengampunanNya, dengan meminta dan memberi maaf kepada sesama. Dengan iman dan harapan besar, kita nantikan kedatangan   Yesus Kristus. Dia yang berkenan hadir menyertai kita sebagai sang Imanuel. Allah yang menyertai kita dalam penderitaan serta kesusahan hidup. Allah yang senantiasa  melindungi dan menjaga kita.

Selamat Datang Imanuel!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s