MIMBAR JUMAT (Januari Minggu ke 3)

SHOLAT

SEBAGAI HUBUNGAN VERTIKAL

Imam M, S.PdI Guru Profesional Pendidikan Agama Islam

Shalat merupakan hubungan vertikal yang paling efektif antara hamba dengan Sang Khaliq, karena dengan mengerjakan shalat seluruh perhatian kita tertuju kepada Allah SWT, shalat merupakan pusat konsentrasi fikiran, shalat merupakan pencurahan hati, shalat merupakan sarana komunikasi dan mengingat Allah.

Dalam QS Thaha 14 Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya Aku Ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain aku, Maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah saw bersabda, yang artinya :

“Sedekat dekatnya seseorang itu dengan TuhanNya ialah di waktu ia bersujud (melakukan shalat). Oleh karena itu perbanyaklah berdoa di saat itu”

Saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan Allah !

Shalat juga merupakan amal perbuatan yang pertama kali diperhitungkan di akhirat kelak. Sebelum Allah menghisab/menghitung amal yang lain, amal shalatlah yang akan ditanyakan dan diperhitungkan terlebih dahulu. Sebagaimana sabda Rasulullah saw dalam sebuah hadits yang artinya :

“Amal perbuatan yang pertama dihisab dari seorang hamba pada hari qiyamat ialah amal shalat. Apabila shalatnya bagus, maka baguslah amalan-amalan lainnya, dan jika rusak shalatnya, maka rusaklah semua amalan yang lain”.

Mengapa shalat yang pertama kali dihisab, dan bukan amal yang lain ?

Saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan Allah !

Amal ibadah yang lain misalnya puasa dapat kita lakukan dengan tertib, jam berapa waktu imsak, jam berapa waktu berbuka, kapan kita mulai masuk bulan Ramadlan dan kapan kita masuk bulan Syawal. Sedangkan amal ibadah shalat sering kita lalaikan, mungkin kita malas mengerjakan, mungkin kita kerjakan tetapi waktunya tidak tepat, mungkin juga kita kerjakan dengan tepat waktu tetapi hati kita tidak khusyu’, perhatian kita tidak tertuju kepada shalat yang kita kerjakan, melainkan kepada hal-hal yang lain, misalnya janji dengan teman, pekerjaan dan lain sebaginya.

Saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan Allah !

Seseorang yang bisa menjaga shalatnya dengan baik dipastikan ia akan dapat menjaga ibadah yang lain dengan baik pula, karena shalat yang dilakukan secara benar, mmenuhi semua syarat rukunnya, baik rukun qauly (ucapan) semua bacaan benar, rukun fi’ly (perbuatan/gerak) semua gerakan benar maupun rukun qalby (hati) hatinya khusyuk, perbuatannya tertuju kepada shalat yang dilakukan, akan mampu/dapat mencegah/menjauhkan seseorang dari perbuatan yang keji (menjijikkan) dan munkar (dosa) sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al-‘Ankabuut ayat 45 yang berbunyi :

“Sesungguhnya shalat itu dapat mencegah (orang yang melakukannya) dari perbuatan keji dan munkar”.

Saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan Allah, uraian singkat ini semoga  ada guna dan manfaatnya bagi kita semua dalam rangka berusaha meningkatkan kualitas ketaqwaan kita kepada Allah SWT, aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s