Renungan Paskah 2011

Dra. M. G. Retno S Guru Profesional Bahasa Indonesia

Masa Prapaskah, yang menuntun kita ke Perayaan Paskah, bagi Gereja merupakan masa yang sangat berharga dan penting. Pada masa prapaska itu kita harus menghayatinya dengan lebih  rajin berdoa dan beramal, mengintensifkan perjalanan batin penyucian diri, agar dapat memahami  Misteri Penebusan yang berarti kehidupan baru di dalam Kristus Tuhan. Pada saat kita dibaptis, kita “mengambil bagian di dalam wafat dan Kebangkitan Krisus”. Dengan Baptisan kita dipanggil kepada pertobatan sejati.  Sebab buah dari Baptisan itu ialah persekutuan khusus dengan Sang Putera Allah. Ini berarti kita mendapatkan anugerah dari Allah yaitu hidup kekal karena  Kerahiman Allah menghapus dosa-dosa kita. Paskah adalah hari raya yang paling menggembirakan dan paling mulia dalam iman kita.

Untuk menyambut Paskah secara lebih serius dan mempersiapkan diri merayakan Kebangkitan Tuhan, biarlah diri kita dibimbing oleh Sabda Allah sendiri melalui bacaan-bacaan Injil pada hari Minggu sepanjang masa Prapaskah. Bacaan yang mengajak kita memantapkan diri  untuk menjadi pengikut Kristus dan semakin berserah diri kepada-Nya. Bacaan Hari Minggu Pertama Masa Prapaskah mengungkapkan manusia yang hidup di bumi ini selalu berhadapan dengan godaan setan. Dengan iman kepada Kristus kita mendapat rahmat mengalahkan godaan seperti Kristus yang jaya terhadap godaan. Kristus membuka hati kita pada harapan baru dan membimbing kita juga untuk dapat mengalahkan bujukan-bujukan iblis itu. Hari Minggu Kedua, bacaan injil menampilkan kemuliaan Kristus yang mengantisipasi kebangkitan-Nya dan mewartakan pengangkatan manusia kepada martabat Ilahi. “Inilah Putra-Ku yang terkasih, yang berkenan pada-Ku. Dengarkanlah Dia” (Mat 17:5). Hal ini menjadi ajakan bagi kita untuk  masuk ke dalam hadirat Allah. Ia menyampaikan Sabda-Nya yang menembus lubuk hati kita, sehingga kita bisa membedakan yang baik dan yang jahat.  Dengan demikian dapat memperkuat kehendak kita untuk mengikuti Tuhan. Hari Minggu Ketiga menampilkan Yesus yang mengajukan permintaan kepada Wanita Samaria: “Berilah Aku minum” (Yoh, 4:7). Sabda Tuhan itu mengungkapkan bahwa Allah tak membeda-bedakan manusia. Laki-laki maupun perempuan, Israel atau Samaria, bagi Allah sama. Kepada kita semua Allah memberikan “mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (Yoh. 4:14). Inilah anugerah luar biasa  yang akan menuntun kita  “dalam roh dan kebenaran” (Yoh. 4:23). Bacaan Hari Minggu Keempat, menampilkan Kristus menyembuhkan orang buta. Mukjijat penyembuhan ini menjadi tanda, bahwa Kristus berkehendak memberi kita, bukan saja kemampuan untuk melihat, tetapi juga membuka kemampuan kita melihat secara batin, sehingga iman kepercayaan kita juga semakin diperdalam dan kita mampu mengenali-Nya sebagai satu-satunya Juru Selamat kita. Ia menerangi apa saja yang merupakan kegelapan di dalam hidup dan membimbing semua orang laki-laki dan perempuan untuk hidup sebagai “anak-anak terang” Pada Hari Minggu Kelima., Injil mewartakan pembangkitan Lazarus. Apa artinya bagi kita? “Akulah kebangkitan dan kehidupan … Percayakan engkau akan hal itu?” (Yoh. 11:25-26). Apakah iman kita sebesar iman Maria dan Marta? Seharusnyalah kita dengan mantap tanpa keraguan mengatakan: “Ya, Tuhan, saya percaya, bahwa Engkaulah Kristus, Putra Allah, yang datang ke dalam dunia ini”  dengan demikian kita akan bangkit pula bersama Kristus, Juru Selamat kita. Masa Prapaskah yang dimulai dari hari Rabu Abu ini akan sampai pada puncaknya di dalam Tri-Hari Suci Paskah, yaitu Kamis Putih, Jumat Agung dan Minggu Paskah. Hari-hari dimana kita  memperbarui janji-janji baptis kita. Kita menegaskan kembali pengakuan iman kepercayaan kita, bahwa Kristus adalah Tuhan kita, bahwa ketika “dilahirkan kembali melalui air dan Roh Kudus” itu kita mendapat anugerah hidup dari Allah, dan kita mengakui sekali lagi kesediaan kita untuk menjadi murid-murid-Nya. Apa yang harus kita persiapkan dalam menyambut Paskah? Selain menerima Sabda Tuhan tiap hari yang sudah kita jalani slama masa prapaskah ini, sebaiknya kita menjalankan tradisi berpuasa, bersedekah dan berdoa, yang merupakan ungkapan kesediaan kita untuk bertobat, masa Prapaskah mengajar kita bagaimana menghayati Kasih Kristus itu secara tuntas. Berpuasa. Puasa bukan berarti tidak makan tidak minum. Namun jika memang itu dapat dilakukan merupakan tindakan yang tidak sia-sia. Dengan mengurangi apa yang kita sajikan di atas meja makan, kita belajar mengalahkan keserakahan dan memupuk hidup atas dasar anugerah dan cinta. Dengan demikian kita akan mampu mengartikan puasa itu sebagai bentuk dari mengurangi, berpantang dan  menghindari.  Puasa mengandung makna yang sangat luas. Tidak berhenti pada kaidah makan dan minum saja. Namun jauh dari itu, hidup dengan saling mengasihi, menjauhi sikap marah, menghormati orang lain, tidak berpikiran negatif, merupakan bagian dari puasa kita yang mesti kita laksanakan.   Dengan puasa diharapkan kita mengenal Allah melalui wajah begitu banyak saudara dan saudari kita.   Bagi umat Kristiani, berpuasa dapat membuka diri kita terhadap Allah dan kebutuhan sesama, dan dengan demikian memungkinkan cinta kita kepada Allah menjadi cinta kepada sesama (Mrk. 12:31). Bersedekah. Dalam hidup ini, seringkali kita tergoda untuk menimbun dan mencintai uang secara berlebihan. Nafsu serakah untuk memiliki ini bisa menyeret kita ke kekerasan, eksploitasi dan kematian. Untuk itulah, maka bersedekah oleh Gereja, terutama selama masa Prapaskah, dijadikan pengingat bagi kita, bahwa kita pun memiliki kemampuan untuk berbagi. Pemujaan terhadap materi, bukan saja menjauhkan kita dari sesama, melainkan juga menelanjangi kita, membuat kita tidak berbahagia, dan menipu kita,  Maka kita perlu membuka diri  untuk membantu sesama kita  yang kekurangan. Menyisihkan sebagian dari apa yang kita miliki menjadi milik orang lain, yaitu mereka yang membutuhkan.  Kita harus menyadari bahwa apa yang kita miliki, bukanlah milik kita seutuhnya. Tuhan hanya menitipkan itu semua untuk kita gunakan  dan untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkannya. Karena itu berbagilah selagi kita masih mampu beramal, sebab alangkah baik dan mulianya tindakan itu. Berdoa. Orang yang memiliki iman akan penuh pengharapan. Tindakan nyata yang sering tampak ialah dengan menyempatkan waktu untuk memuji Tuhan lewat doa.  Dengan doa kita dapat berkomunikasi dengan Tuhan. Selama masa Prapaskah ini Gereja memberikan kita Sabda Allah dengan sungguh-sungguh secara berlimpah-ruah. Dengan merenungkan Sabda itu agar kita dapat menghayatinya setiap hari, kita diberi kesempatan mempelajari suatu bentuk doa yang sangat berharga dan tak-tergantikan, yakni dengan penuh perhatian mendengarkan Allah, yang senantiasa berbicara kepada kita.  Dan seperti yang diharapkan pada kita di masa Prapaskah ini, yakni mendekatkan diri pada Allah dan bersatu dengan-Nya dan mengungkapkan cinta serta pengorbanan pada Allah, lewat doa kita. Semakin kita memberi hati untuk berdoa, semakin kita dekat dengan Dia Sang Pencipta bumi.   Dan tentunya  akan membukakan bagi kita pengharapan yang tak-akan mengecewakan, yakni kehidupan kekal. Sebagai kesimpulan, perjalanan kita sepanjang masa Prapaskah, adalah untuk memperoleh suatu pertobatan yang mendalam bagi hidup kita. Semoga kita akan diubah oleh karya Roh Kudus, senantiasa mengkiblatkan keberadaan kita kepada kehendak Allah. Semoga kita dibebaskan dari segala bentuk egoisme, dengan mengalahkan segala kecenderungan kita untuk menguasai orang lain, dan semoga kita semakin dapat membuka diri kita kepada kasih Kristus. Masa Prapaskah adalah masa yang tepat untuk mengenal kelemahan-kelemahan kita dan, dengan secara jujur memeriksa hidup kita, untuk menerima pemulihan rakhmat melalui Sakramen Tobat dan untuk dengan mantap kembali kepada Kristus secara lebih setia dan tulus. Dan dengan demikian juga memperoleh hidup kekal. Amin.

(Dari berbagai sumber)

SELAMAT MENYAMBUT HARI RAYA PASKAH

One Response to Renungan Paskah 2011

  1. didik heru mengatakan:

    dengan Paskah kita berani untuk mewujudkan iman kita dan seturut dengan sabdaNya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s